Tuesday, April 29, 2008

PROGRAM "DOUBLE DEGREE" TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Antara, 26 April 2008

London - Atase Pendidikan KBRI Jerman Prof. Dr. Agus Rubiyanto
mengatakan kualitas pendidikan dan pengajaran di Indonesia akan dapat
ditingkatkan sehingga setara dengan universitas yang ada di Jerman dengan
diterapkannya program "Double Degree" .

Beberapa mahasiswa yang mengikuti program "Double Degree" ini menunjukkan
kualitas yang dapat dibanggakan dan mendapatkan respon positif dari rekan
universitas Jerman, ujar Prof Agus Rubiyanto dalam wawancara jarak jauh
dengan koresponden Antara London, Jumat sore.

Dikatakannya , minat mengembangkan program Dual Degree antara perguruan
tinggi di Indonesia dengan Jerman tidak hanya dikembangkan untuk universitas
negeri tetapi juga dengan universitas swasta yang memiliki infrastruktur
pendidikan dan penelitian yang sudah bagus.

Beberapa perguruan tingi di Indonesia telah melakukan kerja sama Double
Degree dengan universitas Jerman diantaranya Universitas Indonesia (UI)
dengan Universitas Duisburg-Essen untuk Program M.Sc. Informatika dan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dengan Universitas
Applied Science Darmstadt untuk Program M.Sc Elektronika.

Perguruan tingi lainnya yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
(PENS-ITS) dengan Berufsakademie Tettnang untuk program B.Sc Elekronika dan
Mekatronika serta Institut Teknologi Bandung dengan Technical Universitas
Karlsruhe untuk bidang Geofisika. Dalam kesempatan itu , Agus Rubiyanto
juga menjelaskan mengenai keikutsertaan KBRI Berlin dalam pameran pendidikan
yang diadakan di di Gedung Kebudayaan Rusia (Russisches Haus der
Wissenschaft und Kultur) di Berlin.

Pameran pendidikan "International Fair for Higher and Continuing
Education," yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya, berlangsung selama dua
hari dari tanggal 25 hingga 26 Mei diselenggarakan oleh Departemen
Pendidikan dan Riset Federal Jerman (BMBF) bersama Lembaga Pertukaran
Akademis Jerman (DAAD).

Pameran yang bertema StudyWorld 2008 itu diikuti sebanyak 208 peserta
terdiri atas beberapa perguruan tinggi di Swedia, Finlandia, Estonia,
Perancis, Jepang, Selandia Baru, Austria, Inggris, dan Jerman serta dua
kedutaan yaitu Indonesia dan Kanada.

Agus Rubiyanto mengatakan pameran StudyWorld adalah suatu pameran
internasional untuk studi, praktikum dan pendidikan akademis lanjutan,
Indonesia menampilkan profil perguruan tinggi yang dibuat Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti ) Depdiknas.  Profil perguruan tinggi
Indonesia yang ditampilkan adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Udayana (UNUD),
Universitas Samratulangi (UNSRAT), Universitas Negeri Solo (UNS), European
Overseas Campus (Program Kerjasama Universtas Flensburg dengan UNUD), ISI
Yogyakarta dan VEDC Malang.

Pada pameran tersebut KBRI Berlin juga menampilkan program beasiswa
Darmasiswa dari Pemerintah Indonesia yang diberikan kepada mahasiswa asing
yang ingin belajar bahasa Indonesia, seni, musik dan kerajinan dimana mereka
dapat memilih sendiri universitas dan politeknik di Indonesia yang mereka
inginkan.

Menurut Prof Agus Rubiyanto, pihak penyelenggara pameran sangat puas
dengan keikutsertaan KBRI Berlin dan juga antusias pengunjung yang datang
di stand Indonesia dan bertanya mengenai perusahaan Indonesia yang dapat
menampung mereka dalam melaksanakan praktikum.

Ribuan pengunjung sangat antusias dengan program ini dan bertanya sangat
detail tentang kehidupan dan situasi pendidikan di Indonesia, ujar Agus
Rubiyanto yang pada hari kedua Sabtu akan tampil dalam seminar dengan topik
"Studium und Praktikum in Indonesien".

Catatan: Ada kesalahan sedikit dalam tulisan ini, disini ditulis Atase
Pendidikan harusnya Asisten Atase Pendidikan.